Dita Audio Bondowoso: Sound Horeg Andalan Kota Sayur

 

Gambar: Dita Audio Bondowoso


Di tengah semaraknya perayaan karnaval se-jawa timur, nama Dita Audio Bondowoso sudah dikenal luas sebagai sistem suara andalan asal kota sayur, Bondowoso. Rangka besi kokoh yang tampak megah pada gambar ini disusun dengan rapi dan penuh detail, lengkap dengan lampu-lampu beam yang berjejer di bagian atas dan box speaker yang tertata berlapis. Setiap kali musim karnaval tiba, kehadiran rangka ini selalu dinantikan warga, karena suaranya yang bertenaga dan penampilan panggung yang memukau di jalan-jalan perayaan

Jantung kekuatan suara Dita Audio terletak pada 12 unit subwoofer yang terpasang di dalam box CLA Tobrut. Box CLA Tobrut terkenal dengan karakter bass yang dalam, padat, dan berdenyut kuat, cocok untuk ruang terbuka seperti jalan karnaval. Dua belas subwoofer ini disusun berlapis di bagian tengah dan bawah rangka, sehingga getaran frekuensi rendah bisa menyebar luas ke segala arah. Saat dinyalakan, dentuman bass-nya terasa bergetar sampai ke dada penonton, menciptakan sensasi khas sound horeg yang selalu dinantikan para pecinta karnaval. 

Untuk melengkapi dentuman bass yang kuat, Dita Audio menggunakan speaker middle Tasso, Kruwek, dan Terompet. Speaker tasso berfungsi mengeluarkan nada tengah yang jernih agar suara lagu dan pembawa acara tetap terdengar jelas meskipun bass sedang menggelegar. Kemudian speaker kruwek memberikan dentuman tengah yang khas dan bertenaga, yang membuat irama karnaval terasa lebih hidup. Sementara itu, speaker terompet mengangkat nada tinggi agar suara bisa terdengar sampai ke ujung jalan perayaan. Ketiga jenis speaker jnji disusun menyebar di bagian tengah rangka, disesuaikan posisinya agar keseimbangan suara menjadi sempurna saat acara berlangsung. 

Untuk penampilan visual yang memukau  dipasang 10 unit lampu beam yang berjejer rapi di bagian atas rangka. Lampu-lampu ini akan bergerak dan berkedip mengikuti irama musik saat karnaval berlangsung, menambah kesan meriah dan menarik perhatian penonton dari jauh. Semua perangkat lampu dan speaker selalu diperiksa terlebih dahulu oleh tim Dita Audio sebelum berangkat ke lokasi acara, agar tetap aman meskipun terkena panas matahari atau hujan turun tiba-tiba. 

Dari spanduk yang terlihat di bagian bawah rangka, tertulis bahasa Jawa yang menyampaikan semangat karnaval: "Dodo kenek bas e sound ae tak tampani opo maneh maneh kok larani yo gak kroso blass", yang berarti " Sudah kena dentuman bass suara ini, apa lagi yang mau ditahan, rasanya tidak tahan lagi karena getarannya". Kalimat ini menggambarkan betapa kuatnya getaran suara dari Dita Audio yang selalu berhasil membangkitkan semangat warga saat perayaan berlangsung. 

Meskipun akhir-akhir ini perhatian sebagian warga sempat teralih ke pembahasan cuaca el Nino dan kondisi rupiah yang melemah, semangat tim Dita Audio Bondowoso tidak pernah surut. Mereka tetap bersiap hadir untuk memeriahkan setiap acara karnaval, hajatan desa, dan pertunjukan warga di wilayah Bondowoso dan sekitarnya. Bagi pecinta sound horeg, kehadiran Dita Audio selalu menjadi bagian yang paling dinantikan di setiap perayaan karnaval. 




Vibes Takbir Keliling Mulai Terasa, Perayaan yang di Tunggu - tunggu oleh umat Muslim

 

Gambar: para santriwati melaksanakan takbir keliling di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang berlangsung meriah

Jombang - Takbir Keliling merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan di Malam Hari Raya Idul Fitri - Idul Adha. Menurut Umat Muslim, Pawai keagaam ini identik dengan Pesta Obor dengan mengelilingi suatu wilayah tertentu.


Takbir Keliling biasanya dijumpai di Hampir setiap Desa maupun Instansi Pendidikan. Termasuk Pondok Pesantren. Pawai ini diikuti oleh berbagai kalangan. Mulai dari Anak - Anak hingga Orang dewasa. Dengan adanya Pawai Ta’aruf ini, Kita bisa memperkuat tali Silaturahmi.


Pawai ta’aruf ini bukan sekedar perayaan biasa. Namun, ada Beberapa Makna dari Pawai Ta’aruf. Berikut Penjelasannya:


Momen Bahagia bersama Keluarga

Takbir Keliling bisa Meningkatkan rasa Kebersamaan bersama Teman, Keluarga, maupun Orang Tersayang. Hal ini tidak lepas dari Kemeriahan perayaan ini yang identik dengan rasa Gotong - Royong disetiap langkahnya. 


Rasa Syukur Kepada Tuhan YME

Sebelum dimulainnya Takbir Keliling ini, Umat Muslim diwajibkan untuk menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan yang dilakukan selama Satu Bulan penuh. Dengan adanya Pawai Ta’aruf ini, kita diingatkan untuk selalu Bersyukur karena telah menjalankan Ibadah Puasa dan bisa mengikuti acara ini dalam keadaan Sehat Wal’afiat.***


key word: takbir keliling, hari raya idul fitri, islam, agama, pondok pesantren tebuireng jombang


Terbaru

Dita Audio Bondowoso: Sound Horeg Andalan Kota Sayur

  Gambar: Dita Audio Bondowoso Di tengah semaraknya perayaan karnaval se-jawa timur, nama Dita Audio Bondowoso sudah dikenal luas sebagai si...

Hot news